LIGA ITALI

Buffon Berlinang Air Mata Saat Akan Tinggalkan Juventus

BOLAHASIL – Penjaga gawang Juventus Gianluigi Buffon, yang disebut-sebut banyak orang sebagai pemain terbaik di posisinya, akan memainkan pertandingan terakhirnya setelah 17 tahun berkarier di Turin. Laga pamungkas Buffon bersama Si Nyonya Tua adalah laga pamungkas Serie A akhir pekan ini, saat Juventus menjamu Verona

Penjaga gawang berusia 40 tahun itu, yang telah memenangi sembilan gelar Liga Italia bersama Juventus, termasuk tujuh gelar terakhir secara berturut-turut, mengumumkan gantung sepatu pada jumpa pers yang berlangsung pada Kamis (17/5/2018).

BACA JUGA : Prancis Rilis Skuat Piala Dunia, Sederet Nama Besar Tak Dipanggil Masuk Skuad

Buffon, yang berkali-kali meneteskan air mata, mengatakan sampai dua pekan silam ia telah menyiapkan akhir karier bermainnya, namun berubah pikiran setelah mendapatkan sejumlah proposal yang sangat menarik.

“Sabtu akan menjadi pertandingan terakhir saya untuk Juventus. Menurut saya itulah cara terbaik untuk mengakhiri petualangan indah ini,” tuturnya.

“Untuk saat ini, yang saya tahu hanyalah pada Sabtu saya akan memainkan pertandingan. Sampai beberapa hari yang lalu sudah jelas bahwa saya akan berhenti bermain. Sekarang, terdapat beberapa proposal yang sangat menarik,” tuturnya.

Buffon telah merencanakan untuk mengakhiri kariernya di Piala Dunia 2018, yang akan menjadi turnamen akbar keenamnya, namun Italia secara mengejutkan gagal lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1958.

Sang penjaga gawang yang merupakan sosok loyal kepada klub asal Turin ini, menolak meninggalkan Juventus bahkan ketika klub itu terdegradasi ke Serie B pada tahun 2006 silam menyusul skandal pengaturan skor pertandingan Calciopoli, yang juga membuat dua gelar Liga Italia mereka dicopot.

Buffon mengatakan ia tidak mempertimbangkan untuk bermain bagi tim di liga yang lebih rendah.

“Saya tentu saja bukan seseorang yang berpikir bahwa merupakan hal yang tepat untuk mengakhiri karier di divisi level ketiga atau keempat. Saya adalah orang yang kompetitif dan saya tidak akan hidup atau merasa nyaman di situasi seperti itu,” tuturnya.

Juventus menjuarai liga dan Piala Italia musim ini, gelar ganda mereka untuk keempat kalinya secara beruntun. Namun mereka juga menelan pil pahit saat disingkirkan Real Madrid di perempat final Liga Champions, di mana klub ibu kota Spanyol itu menang melalui penalti di menit akhir pertandingan.

Buffon diusir keluar lapangan karena memprotes keputusan tersebut dan kemudian melampiaskan kemarahannya terhadap wasit Michael Oliver, dan menghadapi sanksi disiplin dari UEFA.

“Ini merupakan musim dengan beberapa penurunan mengejutkan dan tidak diharapkan, namun juga terhadap peningkatan dan, kembali, kami memberikan respon luar biasa,” kata Buffon, yang menjuarai Piala Dunia pada 2006 namun tidak pernah mendapatkan medali juara Liga Champions. (Antara)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close