LIGA INDONESIA

Modal Putu Gede untuk Mengatasi Ketajaman Lini Depan Arema

Modal Putu Gede untuk Mengatasi Ketajaman Lini Depan Arema

Bek Bhayangkara FC, Putu Gede, saat melawan Madura United pada laga Liga 1 di Stadion PTIK, Jakarta, Kamis, (07/6/2018). Bhayangkara FC menang 1-0 atas Madura United.

Modal Putu Gede untuk Mengatasi Ketajaman Lini Depan Arema

BOLAHASIL.com – Lini belakang Bhayangkara FC punya modal bagus untuk menghadapi Arema FC di Stadion PTIK, Jakarta, Rabu (24/10/2018), pada pekan ke-27 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak.

Pemain belakang Bhayangkara FC, I Putu Gede Juni Antara, sudah mengenal karakter striker andalan Arema, Dedik Setiawan. Sebab, keduanya saling mengenal baru-baru ini di Timnas Indonesia proyeksi Piala AFF 2018.

“Dedik penyerang bagus. Larinya juga kencang. Jadi, harus mengawalnya dengan ketat,” kata Putu Gede.

Putu Gede sebenarnya berada di sektor kanan pertahanan Bhayangkara FC. Sedangkan Dedik jadi penyerang tengah. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka berduel karena Dedik juga sesekali bermain melebar jika mengalami kebuntuan.

Pertemuan keduanya juga bukan kali pertama terjadi. Saat putaran pertama lalu di Malang, bek asal Bali itu merasakan keganasan lini depan Arema karena Bhayangkara kalah telak empat gol tanpa balas.

Saat pertemuan kedua, Putu Gede akan bermain lebih disiplin lagi. Namun, dia tidak akan berhadapan dengan Dedik saja. Masih ada beberapa pemain sayap Arema yang punya kecepatan seperti bek sayap Ahmad Alfarizi yang lebih senior.

Putu Gede mengaku siap berhadapan dengannya. “Kalau sudah di lapangan, ya biasa saja. Harus berjuang untuk memberikan kemenangan,” jelasnya.

Dalam dua laga sebelumnya, pertahanan Bhayangkara FC sudah lebih kukuh karena mereka tidak kebobolan saat melawan Sriwijaya FC dan Mitra Kukar.

Karena itu, Putu Gede juga mendapatkan target untuk mempertahankan pencapaian itu dari pelatih Simon McMenemy. Jika berhasil meredam lini depan Arema, itu sudah jadi modal untuk menekuk Arema.

Dari lima klub teratas Liga 1 2018, Bhayangkara FC jadi tim yang paling banyak kebobolan, yakni 32 gol. Begitu juga dengan produktivitas gol jadi yang paling minim, yakni 34 gol, sehingga mereka berharap ingin memperbaikinya.

Sementara Arema yang ada di urutan ke-10 justru lebih produktif dengan mencetak 37 gol. Namun, tim Singo Edan kebobolan satu gol lebih banyak dari Bhayangkara FC.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

arwanaqq
Close
Close
%d bloggers like this: