SPORT

Raih Tiga Medali di Malaysia, Tim BMX Indonesia Kurang Puas

BolaHasil Tim BMX Indonesia membawa pulang satu medali perak dan dua perunggu dari kejuaraan di Malaysia. Meski kurang puas, pelatih utama BMX Dadang Haris Purnomo tetap bersyukur.

Tampil di Kejuaraan Malaysia, tim BMX Indonesia yang terdiri dari enam atlet senior dan junior mengikuti dua event di ajang tersebut, yakni Asian BMX Championship dan Malaysia C1 International BMX 2019. Ajang itu berlangsung akhir pekan ini, 13-14 April.

Di kejuaraan Asia BMX, Indonesia sukses merebut satu medali perak dan satu medali perunggu atas nama I Gusti Bagus Saputra dan Rio Akbar. Rio sejatinya ditargetkan mempertahankan gelar juara namun gagal bersaing.

Masing-masing membukukan waktu 30,895 detik dan 31,614 detik. Mereka kalah dari pebalap Jepang Jukia Yoshimura yang berhasil menyentuh finish lebih awal dengan catatan waktu 30,293 detik.

Di ajang C1, Bagus kembali merebut medali perunggu usai finis dengan catatan waktu 30,878 detik. Ia kalah bersaing 1,461 detik dari pembalap Jepang Daiki Ikeda yang tampil tercepat. Sementara pembalap Filipina Daniel Patrick Caluag tampil di urutan kedua dengan catatan waktu 29,969 detik.

Di sisi lain, dua pembalap Indonesia lainnya, yaitu Rio Akbar dan Toni Syarifudin terhenti di semifinal. Dia terjatuh, dan membuat Toni yang berada tepat di belakang menabrak dirinya.

“Saya sangat disayangkan sih di C1 ini. Sebelumnya saya berharap anak-anak maksimum poin ada 100 kemarin. Sebenarnya hampir tercapai (cuma) di semifinal kurang di turn terakhir. Rio yang sudah leading buat kesalahan sendiri dan mengakibatkan dia terjatuh dan lututnya terlubang cukup parah. Dan Toni yang ada di belakang menabrak,” kata Dadang kepada detikSport, Minggu (14/4/2019).

Rangking Indonesia saat ini di 32 besar dengan total 109 poin sebelumnya. Jika ditambah dengan perolehan dari ACC dan C1 masing-masing 215 poin dan 68 poin maka dipastikan rangking Indonesia naik berada di peringkat 15 sampai 17 untuk kualifikasi Olimpiade.

“Kami optimistis dengan posisi tersebut maka kami tinggal mempertahankannya di beberapa event selanjutnya,” kata Dadang.

“Yang terdekat sesuai dengan kalender UCI yaitu itu di Korea, setelah itu bulan Agustus di Thailand dua round, September di China dua round, kemudian di Indonesia, kota Banyuwangi bulan Oktober,” Dadang menyebutkan.

Di sisi lain, dua pembalap Indonesia lainnya, yaitu Rio Akbar dan Toni Syarifudin terhenti di semifinal. Dia terjatuh, dan membuat Toni yang berada tepat di belakang menabrak dirinya.

“Saya sangat disayangkan sih di C1 ini. Sebelumnya saya berharap anak-anak maksimum poin ada 100 kemarin. Sebenarnya hampir tercapai (cuma) di semifinal kurang di turn terakhir. Rio yang sudah leading buat kesalahan sendiri dan mengakibatkan dia terjatuh dan lututnya terlubang cukup parah. Dan Toni yang ada di belakang menabrak,” kata Dadang kepada detikSport, Minggu (14/4/2019).

Rangking Indonesia saat ini di 32 besar dengan total 109 poin sebelumnya. Jika ditambah dengan perolehan dari ACC dan C1 masing-masing 215 poin dan 68 poin maka dipastikan rangking Indonesia naik berada di peringkat 15 sampai 17 untuk kualifikasi Olimpiade.

“Kami optimistis dengan posisi tersebut maka kami tinggal mempertahankannya di beberapa event selanjutnya,” kata Dadang.

“Yang terdekat sesuai dengan kalender UCI yaitu itu di Korea, setelah itu bulan Agustus di Thailand dua round, September di China dua round, kemudian di Indonesia, kota Banyuwangi bulan Oktober,” Dadang menyebutkan.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

arwanaqq
Close
Close
%d bloggers like this: