LIGA INDONESIA

Tulis Surat Perpisahan, Luis Milla Sentil Pengelolaan Sepak Bola Indonesia

Tulis Surat Perpisahan, Luis Milla Sentil Pengelolaan Sepak Bola Indonesia

Pelatih Indonesia, Luis Milla, usai pertandingan melawan Laos pada laga Asian Games di Stadion Patriot, Jawa Barat, Jumat (17/8/2018). Indonesia menang 3-0 atas Laos.

BOLAHASIL.com – Luis Milla resmi tak lagi menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pelatih asal Spanyol itu menuliskan surat perpisahan untuk pemain, pelatih, serta orang-orang terdekat yang membantunya semasa menjalankan tugas di Indonesia. Ia juga menyentil tata kelola sepak bola Indonesia.

Selepas perhelatan Asian Games 2018, Milla memutuskan untuk kembali ke Spanyol. Sebab, durasi kerja Milla untuk menangani Timnas Indonesia telah berakhir selepas ajang olahraga terbesar di Asia itu.

Belakangan, Luis Milla dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan PSSI. Pelatih 52 tahun tersebut akan menandatangani kontrak berdurasi hingga satu tahun ke depan.

Rencananya, Luis Milla akan tiba di Indonesia pada 9 Oktober 2018. Tetapi, hingga batas waktu tersebut, Milla tak kunjung datang ke Tanah Air. Alhasil, skuat Garuda untuk sementara ditangani Bima Sakti.

Dengan perhelatan Piala AFF 2018 yang semakin dekat, PSSI harus segera menetapkan pelatih kepala. Negosiasi yang selama ini diklaim dilakukan, mencapai pengujung.

Melalui mekanisme rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Minggu (21/10/2018), Bima Sakti akhirnya ditunjuk menduduki jabatan pelatih kepala Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018.

Meski hanya 10 bulan Luis Milla mengaku sangat bahagia bisa menangani Timnas Indonesia dan Timnas Indonesia U-23. Namun, dia ternyata juga tak bisa menutupi kekecewaannya kepada PSSI.

Surat Terbuka Luis Milla untuk Timnas Indonesia

“Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya, karena saya tidak akan melanjutkan karier sebagai pelatih di Indonesia. Sebuah proyek, lebih dari satu setengah tahun harus mencapai akhir, di mana meski manajemen yang buruk, pemutusan kontrak yang konstan, dan rendahnya profesionalisme para pemimpin, selama s10 bulan terakhir, saya pergi dengan perasaan telah melakukan pekerjaan yang bagus,” tulis Milla di akun media sosial pribadinya seperti Instagram dan Twitter.

“Indonesia akan selalu menjadi kampung halaman saya yang kedua, karena saya menghargai betapa baik kota memperlakukan istri saya, asisten saya, dan saya sendiri,” tulis Luis Milla, Minggu (21/10/2018).

“Saya ingin berterima kasih kepada semua staf saya atas dukungan mereka dan semua kerja keras dan profesional yang dilakukan, terutama untuk BIMA (Sakti), BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG dan UCCI. Kami senang dapat bekerja dengan Anda semua!”

“Akhirnya, saya tidak ingin mengucapkan selamat tinggal tanpa menyebutkan secara khusus kepada pemain yang telah menunjukkan komitmen, kesopanan dan kemauan untuk berkembang dengan sikap yang sangat baik setiap saat.”

“Saya tidak akan pernah melupakan Anda dan Anda akan selalu ada di hati saya. Ingat, Anda punya teman di Spanyol untuk apa pun. TERIMA KASIH Indonesia!” ucap Milla.

“Sampai jumpa lagi. Terima kasih atas dedikasi dan waktunya selama ini,” pungkas Luis Milla menutup pernyataannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

arwanaqq
Close
Close
%d bloggers like this: